Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi BEM se-Kalimantan Selatan menggelar aksi di DPRD Kalsel. Mereka menyuarakan sejumlah persoalan daerah.

Aksi berlangsung di depan Gedung DPRD Kalsel, Banjarmasin, Kamis, 20 Agustus 2026. Mahasiswa membawa berbagai spanduk dan menyampaikan aspirasi melalui orasi.

Sejumlah isu yang disoroti meliputi pemadaman listrik, kelangkaan BBM, serta kebakaran hutan dan lahan. Mereka juga membentangkan spanduk bertuliskan “Kalsel Lumpuh” dan “Kalsel Darurat”.

Dalam surat aksi, mahasiswa menyampaikan delapan tuntutan kepada pemerintah dan pihak terkait. Mereka meminta penanganan karhutla diperkuat karena kabut asap mulai mengganggu masyarakat.

Mahasiswa juga mendesak PLN memastikan pemadaman bergilir tidak kembali terjadi. Pertamina diminta mengatasi persoalan BBM bersubsidi yang membuat warga mengantre di sejumlah SPBU.

Polda Kalsel telah menyiagakan personel untuk mengamankan jalannya aksi. Ketua DPRD Kalsel Supian HK disebut siap menerima massa dan menampung aspirasi mahasiswa.