Dinas Perhubungan Kalimantan Selatan memperkuat langkah keselamatan jalan di tengah ancaman kabut asap karhutla. Kondisi tersebut dapat mengganggu jarak pandang dan meningkatkan risiko kecelakaan.

Upaya keselamatan lalu lintas menjadi penting karena kabut asap sempat membuat jarak pandang di Kalsel sangat terbatas. Di kawasan Bati-Bati, Tanah Laut, jarak pandang dilaporkan hanya sekitar 10 meter.

Dishub Kalsel juga memiliki peran dalam pengaturan lalu lintas ketika kondisi jalan membutuhkan penanganan khusus. Sebelumnya, Dishub menyiapkan rekayasa lalu lintas dan penempatan personel saat terjadi gangguan pada ruas jalan.

Sementara itu, pemerintah daerah terus memperkuat koordinasi menghadapi dampak karhutla. BPBD Kalsel menyiapkan 14 pos lapangan, termasuk lima pos di kawasan prioritas sekitar Bandara Syamsudin Noor.

Langkah tersebut semakin penting karena kabut asap dapat mengganggu transportasi sekaligus kesehatan masyarakat. BMKG mencatat kualitas udara Kalsel sempat mencapai kategori berbahaya pada 19 Agustus. Masyarakat diminta menggunakan masker dan berhati-hati saat berkendara.