Kapolda Kalimantan Selatan Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan mengembangkan metode baru menangani kebakaran lahan gambut. Inovasi tersebut menggabungkan pipa suntik gambut dan kolam bioflok berisi cairan khusus.
Metode ini diterapkan untuk mengatasi bara api yang masih menyala di bawah permukaan tanah. Pipa khusus ditanam hingga kedalaman sekitar dua meter untuk mengalirkan air langsung ke sumber bara. Cairan pemadam diracik Bidlabfor Polda Kalsel menggunakan bahan dasar minyak nabati.
Air yang digunakan ditampung dalam kolam bioflok portabel berkapasitas 12.000 liter. Air tersebut kemudian dicampur formula khusus sebelum dialirkan melalui pipa suntik. Formula itu diklaim membantu meningkatkan daya serap air dan meredam panas pada gambut.
Uji coba berlangsung pada 27 hingga 30 Agustus 2026 di tiga wilayah prioritas Banjarbaru. Hasil pengujian menunjukkan penurunan suhu tanah secara signifikan setelah penyuntikan. Area sekitar titik suntik menjadi dingin dan bara bawah tanah berhasil dipadamkan.
Polda Kalsel kini memperluas penerapan metode tersebut untuk mempercepat penanganan karhutla. Sebanyak 12 kolam bioflok telah dibangun, sementara 50 pipa suntik diproduksi. Pengembangan formula juga terus dilakukan agar metode tersebut dapat digunakan lebih luas.
