Nama Demang Lehman tetap hidup dalam ingatan masyarakat Kalimantan Selatan, khususnya di Kabupaten Banjar. Sosok pejuang Perang Banjar tersebut dikenang melalui sejumlah tempat yang memakai namanya. Jejak itu menjadi bagian penting dalam menjaga sejarah perjuangan masyarakat Banua.
Demang Lehman terlahir dengan nama Idis dan dikenal sebagai salah satu tokoh penting dalam Perang Banjar. Pangeran Hidayatullah mengangkatnya menjadi Lalawangan Karang Intan pada 1857. Ia kemudian mendapat gelar Kiai Demang Lehman dan terlibat dalam perjuangan melawan kolonial Belanda.
Namanya kini digunakan untuk Stadion Demang Lehman di Desa Indrasari, Martapura, Kabupaten Banjar. Stadion tersebut sebelumnya dikenal sebagai Stadion Indrasari. Nama Stadion Demang Lehman mulai digunakan pada 18 Januari 2013 sebagai penghormatan terhadap perjuangannya.
Stadion tersebut masih menjadi fasilitas olahraga penting bagi masyarakat Banua. Renovasi besar rampung pada 2025 sebelum pengelolaannya kembali diserahkan kepada Pemerintah Kabupaten Banjar. Stadion Demang Lehman juga digunakan Barito Putera untuk menggelar pertandingan kandang pada 2025.
Selain stadion, nama Demang Lehman juga hadir pada Taman Demang Lehman di kawasan Desa Indrasari. Situs resmi Desa Indrasari mencantumkan taman dan stadion tersebut sebagai lokasi yang dapat dikunjungi. Penggunaan nama itu menunjukkan warisan perjuangan Demang Lehman tetap melekat di tanah kelahirannya.Informasi tambahan nyari situs anti rungkat solusi situs AYAMTOTO
