Kementerian Pekerjaan Umum merampungkan penanganan permanen kawasan Lembah Anai, Sumatera Barat, pada Juli 2026. Proyek tersebut memulihkan konektivitas Jalan Nasional Padang Panjang–Sicincin setelah terdampak bencana hidrometeorologi. Nilai kontrak pekerjaan mencapai Rp460,11 miliar.
Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan ruas Lembah Anai sebenarnya sudah kembali fungsional sejak 16 Desember 2025. Namun, pemerintah melanjutkan pekerjaan permanen untuk meningkatkan keamanan dan ketahanan infrastruktur. Penanganan dimulai sejak 28 November 2025 dan diselesaikan sesuai target pada Juli 2026.
Pekerjaan mencakup perbaikan badan jalan, pengamanan lereng, penguatan tebing sungai, serta pembangunan drainase. Pemerintah juga menangani Jembatan Margayasa dan membangun konstruksi permanen pada seluruh titik terdampak. Sekitar 900 tiang tanam turut dipasang untuk memperkuat badan jalan di sisi Sungai Batang Anai.
Data BPJN Sumatera Barat mencatat bencana menyebabkan satu titik badan jalan terputus dan 19 titik longsor. Dua jembatan juga mengalami kerusakan pada ruas KM 61+600 hingga KM 67+400. Kerusakan tersebut sempat mengganggu jalur nasional yang menghubungkan Padang, Bukittinggi, Riau, hingga Sumatera Utara. Arus kendaraan kemudian dialihkan melalui jalur Sitinjau Lauik selama penanganan berlangsung.
Rampungnya penanganan Lembah Anai diharapkan memperlancar mobilitas masyarakat dan distribusi logistik di Sumatera Barat. Infrastruktur yang lebih tangguh juga penting untuk mendukung aktivitas ekonomi serta mengurangi risiko gangguan akibat bencana. Kementerian PU menegaskan penanganan dilakukan secara permanen agar jalur tersebut lebih aman dan berkelanjutan.
