Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan penataan ulang kawasan Gelora Bung Karno (GBK) secara menyeluruh. Langkah tersebut bertujuan menciptakan pusat ekonomi baru sekaligus menjadikan kawasan itu sebagai ikon Indonesia berstandar internasasional.
Arahan itu disampaikan dalam rapat bersama Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Kepala Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, Rosan Roeslani, di Istana Merdeka, Jakarta.
Menurut Rosan, penataan tidak hanya menyasar revitalisasi Hotel Sultan. Pemerintah juga akan mendesain ulang seluruh kawasan GBK yang memiliki luas sekitar 200 hektare.
Presiden menginginkan kawasan tersebut berkembang menjadi destinasi kelas dunia. Seluruh fasilitas akan ditingkatkan agar memenuhi standar internasional.
Pemerintah juga menargetkan kawasan itu menjadi pusat sport tourism. Selain itu, kawasan tersebut diharapkan mampu menarik lebih banyak wisatawan dan investor.
Rosan menjelaskan konsep pembangunan masih dalam tahap penyempurnaan. Namun, fungsi perhotelan tetap dipertahankan sebagai bagian dari kawasan terpadu.
Pengelolaan kawasan nantinya dapat melibatkan sejumlah badan usaha milik negara. Di antaranya InJourney dan Meru setelah proses administrasi selesai.
Pemerintah menilai pengembangan GBK akan memberikan dampak ekonomi yang luas. Kawasan tersebut diproyeksikan menjadi pusat pertumbuhan baru bagi Jakarta.
Selain meningkatkan sektor pariwisata, proyek itu diharapkan membuka peluang investasi. Kehadiran investor diyakini mampu menciptakan lapangan kerja baru.
Pemerintah juga ingin meningkatkan kualitas pengalaman wisata. Strategi tersebut diharapkan mampu meningkatkan belanja wisatawan domestik maupun mancanegara.
Pengembangan kawasan dilakukan secara terintegrasi. Pemerintah akan menghubungkan fasilitas olahraga, perhotelan, ruang publik, hingga area komersial dalam satu kawasan modern.
Presiden menegaskan setiap pembangunan harus memberi manfaat nyata bagi masyarakat. Karena itu, proyek tidak hanya berorientasi pada infrastruktur, tetapi juga pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.
Para ekonom menilai transformasi GBK berpotensi meningkatkan aktivitas bisnis. Namun, keberhasilan proyek bergantung pada tata kelola yang transparan serta dukungan investasi berkelanjutan.
Dengan penataan ulang tersebut, pemerintah berharap kawasan GBK menjadi wajah baru Indonesia. Kawasan itu juga diharapkan mampu memperkuat daya saing Jakarta sebagai kota bertaraf internasional.Informasi tambahan slot gacor di situs AYAMTOTO
