Penyaluran KUR Kalsel hingga Mei 2026 telah mencapai Rp2,22 triliun. Pembiayaan tersebut disalurkan kepada puluhan ribu pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di berbagai daerah di Kalimantan Selatan.

Capaian tersebut menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap Kredit Usaha Rakyat (KUR). Program ini masih menjadi salah satu sumber pembiayaan utama bagi pelaku UMKM yang ingin mengembangkan usahanya.

Meski realisasi penyaluran cukup tinggi, pemerataan akses KUR di seluruh wilayah Kalimantan Selatan masih menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah dan lembaga penyalur.

Penyaluran KUR Terus Meningkat

Realisasi KUR hingga Mei 2026 mencerminkan pertumbuhan pembiayaan bagi sektor produktif.

Mayoritas dana disalurkan kepada pelaku usaha mikro yang bergerak di bidang perdagangan, pertanian, perkebunan, perikanan, serta jasa.

Melalui pembiayaan tersebut, pelaku usaha memperoleh tambahan modal untuk meningkatkan kapasitas produksi dan memperluas usaha.

Pemerataan Masih Menjadi Tantangan

Meski penyaluran terus meningkat, distribusi KUR belum merata di seluruh kabupaten dan kota.

Sebagian besar pembiayaan masih terkonsentrasi di wilayah dengan aktivitas ekonomi yang lebih tinggi.

Sementara itu, pelaku usaha di daerah terpencil masih menghadapi kendala dalam mengakses pembiayaan.

Faktor literasi keuangan, kelengkapan administrasi, dan jarak menuju kantor penyalur menjadi beberapa hambatan yang masih ditemui.

UMKM Jadi Penopang Ekonomi Daerah

Program KUR memiliki peran penting dalam mendukung pertumbuhan UMKM di Kalimantan Selatan.

Tambahan modal membantu pelaku usaha meningkatkan produksi, membuka lapangan kerja, dan memperluas pemasaran.

Keberadaan UMKM juga menjadi salah satu penopang utama pertumbuhan ekonomi daerah di tengah berbagai tantangan ekonomi global.

Pemerintah Dorong Akses Lebih Luas

Pemerintah terus mendorong lembaga penyalur memperluas jangkauan layanan KUR.

Sosialisasi kepada pelaku UMKM juga terus dilakukan agar semakin banyak masyarakat memahami syarat dan manfaat program tersebut.

Digitalisasi layanan perbankan diharapkan mampu mempercepat proses pengajuan kredit, termasuk bagi pelaku usaha di wilayah yang sulit dijangkau.

Perbankan Diminta Aktif Mendampingi Debitur

Selain menyalurkan pembiayaan, perbankan juga diharapkan memberikan pendampingan kepada debitur.

Pendampingan tersebut meliputi pengelolaan keuangan, pencatatan usaha, hingga penyusunan rencana bisnis.

Dengan demikian, pelaku UMKM dapat memanfaatkan dana KUR secara optimal dan meningkatkan kemampuan mengembalikan pinjaman.

Prospek Penyaluran Hingga Akhir Tahun

Penyaluran KUR di Kalimantan Selatan diperkirakan terus bertambah hingga akhir 2026.

Permintaan pembiayaan masih tinggi seiring meningkatnya aktivitas ekonomi masyarakat.

Jika pemerataan akses dapat ditingkatkan, manfaat KUR diperkirakan akan dirasakan lebih luas oleh pelaku UMKM di seluruh daerah.

Kesimpulan

Penyaluran KUR Kalsel yang mencapai Rp2,22 triliun hingga Mei 2026 menunjukkan tingginya kebutuhan pembiayaan bagi pelaku UMKM. Program ini menjadi instrumen penting dalam mendukung pertumbuhan usaha dan perekonomian daerah.

Namun, pemerataan akses masih menjadi tantangan yang harus diselesaikan. Kolaborasi antara pemerintah, perbankan, dan pelaku usaha diperlukan agar manfaat KUR dapat dirasakan secara merata di seluruh wilayah Kalimantan Selatan.