Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan mulai berdampak terhadap bisnis perhotelan di Kalimantan Selatan. Sejumlah agenda MICE bahkan dilaporkan batal.
Dampak tersebut terasa ketika kualitas udara memburuk di sejumlah wilayah Kalsel. Kondisi itu membuat aktivitas masyarakat dan mobilitas pengunjung ikut terdampak. Pelaku usaha hotel pun menghadapi penurunan jumlah tamu.
Tekanan terhadap sektor perhotelan tidak hanya berasal dari berkurangnya kunjungan. Agenda Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (MICE) turut terkena imbas. Beberapa kegiatan yang seharusnya digelar di hotel terpaksa dibatalkan.
Situasi tersebut terjadi ketika pemerintah daerah dan masyarakat meningkatkan penanganan dampak karhutla. BPBD Kota Banjarmasin bahkan membagikan 2.000 masker kepada warga. Langkah itu dilakukan untuk mengantisipasi dampak kesehatan akibat paparan kabut asap.
Kabut asap juga mendorong peningkatan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran baru. Kepolisian terus melakukan sosialisasi pencegahan karhutla kepada masyarakat. Kondisi udara dan penanganan kebakaran menjadi faktor penting bagi pemulihan aktivitas ekonomi daerah.
