Minat investasi dalam ajang Pamor Borneo 2026 mencapai sekitar Rp73 triliun. Capaian tersebut menunjukkan besarnya potensi ekonomi Pulau Kalimantan.
Pamor Borneo merupakan agenda yang mempertemukan perdagangan, investasi, dan pariwisata. Bank Indonesia bersama pemerintah daerah menjadi penggerak utama kegiatan tersebut.
Pamor Borneo juga menjadi wadah promosi berbagai proyek strategis kepada investor internasional. Pada penyelenggaraan sebelumnya, sebanyak 15 proyek ditawarkan kepada investor dari 12 negara. Proyek tersebut tersebar di lima provinsi Kalimantan.
Besarnya minat investasi mencerminkan meningkatnya daya tarik Kalimantan. Potensi tersebut mencakup energi, hilirisasi sumber daya, infrastruktur, dan industri. Sektor pariwisata juga menjadi bagian penting dalam strategi pengembangan ekonomi Kalimantan.
Pada Pamor Borneo 2025, misalnya, forum investasi menghasilkan 15 Letter of Interest. Total nilai minat investasi ketika itu mencapai Rp55,37 triliun. Angka tersebut meningkat tajam dibandingkan capaian Rp3,02 triliun pada 2024.
Sejumlah proyek yang ditawarkan memiliki peluang pengembangan jangka panjang. Beberapa di antaranya berkaitan dengan hilirisasi bauksit, energi terbarukan, dan infrastruktur pelabuhan. Investor dari berbagai negara menunjukkan perhatian terhadap potensi tersebut.
Namun, minat investasi belum otomatis menjadi realisasi penanaman modal. Investor masih membutuhkan proses kajian, pengenalan proyek, dan negosiasi. Kesiapan pemerintah daerah menjadi faktor penting dalam meyakinkan calon investor.
Dengan nilai minat investasi mencapai Rp73 triliun, Pamor Borneo 2026 menjadi momentum penting. Capaian tersebut berpotensi memperkuat ekonomi Kalimantan dan membuka peluang kerja baru. Pemerintah juga perlu memastikan investasi berjalan inklusif dan berkelanjutan.
