Komisi II DPRD Kalimantan Selatan (Kalsel) mendorong pemerintah provinsi memperkuat alokasi anggaran sektor pangan guna meningkatkan ketahanan pangan daerah. Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga ketersediaan bahan pangan, meningkatkan produktivitas pertanian, serta melindungi kesejahteraan petani. Penguatan anggaran juga diharapkan mampu mendukung berbagai program strategis di bidang pertanian, perkebunan, peternakan, dan perikanan yang menjadi penopang ekonomi masyarakat Kalimantan Selatan.
Ketua Komisi II DPRD Kalsel menyatakan sektor pangan harus menjadi salah satu prioritas dalam penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Menurutnya, dukungan anggaran yang memadai akan mempercepat pembangunan infrastruktur pertanian, penyediaan sarana produksi, hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia di sektor pertanian. Selain itu, pemerintah daerah juga didorong memperluas program pendampingan bagi petani agar hasil produksi terus meningkat.
Komisi II DPRD Kalsel menilai tantangan sektor pangan semakin kompleks akibat perubahan iklim, fluktuasi harga komoditas, serta meningkatnya kebutuhan masyarakat. Karena itu, diperlukan kebijakan yang terintegrasi untuk menjaga stabilitas produksi dan distribusi pangan. Penguatan anggaran juga diharapkan mampu mendukung program modernisasi pertanian melalui pemanfaatan teknologi, mekanisasi, serta peningkatan akses petani terhadap pembiayaan dan pasar.
DPRD Kalsel optimistis kolaborasi antara pemerintah daerah, pelaku usaha, akademisi, dan masyarakat akan memperkuat ketahanan pangan di daerah. Dengan dukungan anggaran yang memadai, berbagai program pengembangan sektor pangan dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan. Upaya tersebut diharapkan tidak hanya menjaga pasokan pangan, tetapi juga meningkatkan daya saing pertanian Kalimantan Selatan serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara berkesinambungan.
