– Kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) di Kalimantan Selatan hingga pertengahan 2026 masih menunjukkan kondisi yang terjaga. Belanja negara terus menjadi instrumen utama dalam mendukung pertumbuhan ekonomi, menjaga daya beli masyarakat, serta mempercepat pembangunan di daerah.

Data Kementerian Keuangan melalui Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Kalimantan Selatan mencatat realisasi Belanja Negara hingga akhir April 2026 mencapai Rp9,50 triliun atau sekitar 31,75 persen dari total pagu sebesar Rp29,93 triliun.

Belanja Pemerintah Pusat Tumbuh Signifikan

Dari total realisasi tersebut, Belanja Pemerintah Pusat (BPP) mencapai Rp2,82 triliun.

Nilai tersebut tumbuh 40,77 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Pertumbuhan belanja menunjukkan pemerintah terus mempercepat pelaksanaan berbagai program prioritas.

Belanja tersebut diarahkan untuk memperkuat pelayanan publik, pembangunan infrastruktur, pendidikan, kesehatan, dan sektor strategis lainnya.

Transfer ke Daerah Tetap Menjadi Komponen Terbesar

Selain BPP, penyaluran Transfer ke Daerah (TKD) masih menjadi komponen terbesar dalam APBN di Kalimantan Selatan.

Hingga April 2026, realisasi TKD mencapai Rp6,68 triliun.

Dana tersebut digunakan untuk mendukung penyelenggaraan pemerintahan daerah serta pembiayaan berbagai program pembangunan.

Pemerintah menilai penyaluran TKD tetap memiliki peran penting dalam menjaga pelayanan publik di seluruh kabupaten dan kota di Kalimantan Selatan.

Pendapatan Negara Tumbuh Positif

Di sisi penerimaan, Pendapatan Negara di Kalimantan Selatan berhasil mencapai Rp4,39 triliun.

Capaian tersebut setara 14,92 persen dari target tahun 2026.

Secara tahunan, pendapatan negara tumbuh sekitar 30,30 persen.

Peningkatan tersebut terutama didorong oleh membaiknya penerimaan perpajakan yang tumbuh lebih dari 27 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Kondisi itu mencerminkan aktivitas ekonomi masyarakat dan dunia usaha yang masih berlangsung dengan baik.

Belanja Daerah Mulai Bergerak

Konsolidasi APBD regional juga menunjukkan perkembangan positif.

Realisasi belanja daerah mencapai Rp8,50 triliun atau sekitar 20,80 persen dari pagu anggaran.

Salah satu capaian paling menonjol terlihat pada belanja modal.

Belanja modal melonjak hampir 194 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Peningkatan tersebut menandakan percepatan pembangunan proyek fisik seperti jalan, jembatan, irigasi, dan fasilitas pelayanan masyarakat.

Ekonomi Kalimantan Selatan Tetap Solid

Kinerja fiskal yang terjaga turut didukung kondisi ekonomi regional yang masih kuat.

Pertumbuhan ekonomi Kalimantan Selatan pada Triwulan I 2026 mencapai 5,67 persen secara tahunan.

Sementara itu, neraca perdagangan daerah tetap mencatatkan surplus dan inflasi masih berada dalam pengendalian pemerintah bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID).

Pemerintah optimistis APBN akan terus menjadi instrumen penting untuk menjaga stabilitas ekonomi sekaligus mendukung pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan di Kalimantan Selatan.

Penutup

Kinerja APBN wilayah Kalimantan Selatan yang masih terjaga menunjukkan efektivitas kebijakan fiskal dalam menopang perekonomian daerah. Realisasi belanja negara, peningkatan penerimaan perpajakan, serta percepatan belanja modal menjadi indikator bahwa aktivitas ekonomi terus bergerak positif. Pemerintah berharap momentum tersebut dapat terus dipertahankan hingga akhir 2026 guna memperkuat pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat