Perekonomian Kalimantan Selatan (Kalsel) menunjukkan kinerja yang menggembirakan. Pertumbuhan ekonomi daerah tercatat mencapai 5,67 persen, lebih tinggi dibanding sejumlah wilayah lain di Indonesia.

Capaian tersebut didorong oleh meningkatnya aktivitas pada sektor pertambangan, perdagangan, konstruksi, pertanian, serta jasa. Kondisi ini mencerminkan pemulihan ekonomi yang terus berlanjut setelah beberapa tahun terakhir.

Meski demikian, pemerintah daerah mengingatkan bahwa pertumbuhan ekonomi harus diiringi dengan pengendalian inflasi agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat.

Inflasi Masih Menjadi Perhatian

Di balik pertumbuhan ekonomi yang positif, inflasi masih menjadi tantangan utama di Kalimantan Selatan.

Kenaikan harga sejumlah kebutuhan pokok dan biaya transportasi berpotensi menekan daya beli masyarakat.

Apabila inflasi tidak terkendali, pertumbuhan ekonomi yang tinggi dikhawatirkan tidak akan berdampak maksimal terhadap kesejahteraan warga.

Karena itu, pemerintah terus memantau perkembangan harga di berbagai daerah.

Pemerintah Perkuat Pengendalian Harga

Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) terus melakukan berbagai langkah pengendalian.

Upaya tersebut meliputi pemantauan harga di pasar, menjaga kelancaran distribusi barang, hingga memperkuat pasokan bahan pangan.

Koordinasi dengan pemerintah kabupaten dan kota juga dilakukan agar gejolak harga dapat segera diatasi.

Langkah tersebut diharapkan mampu menjaga stabilitas ekonomi daerah.

Daya Beli Masyarakat Harus Dijaga

Pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan memerlukan daya beli masyarakat yang kuat.

Karena itu, pemerintah berupaya menjaga keseimbangan antara pertumbuhan investasi dan stabilitas harga.

Program bantuan sosial serta penguatan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) juga menjadi bagian dari strategi menjaga konsumsi rumah tangga.

Konsumsi masyarakat masih menjadi salah satu motor utama pertumbuhan ekonomi daerah.

Optimisme Hadapi Sisa Tahun 2026

Pemerintah optimistis ekonomi Kalimantan Selatan tetap tumbuh positif hingga akhir 2026.

Berbagai proyek investasi, pembangunan infrastruktur, dan peningkatan aktivitas dunia usaha diperkirakan akan terus mendorong pertumbuhan ekonomi.

Namun, kewaspadaan terhadap inflasi tetap diperlukan karena dipengaruhi oleh kondisi cuaca, pasokan pangan, dan perkembangan ekonomi global.

Kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat dinilai menjadi kunci menjaga stabilitas ekonomi.

Kesimpulan

Ekonomi Kalimantan Selatan berhasil tumbuh 5,67 persen, menunjukkan aktivitas ekonomi yang terus membaik. Namun, pemerintah tetap mewaspadai tekanan inflasi yang dapat mengurangi daya beli masyarakat. Dengan pengendalian harga yang efektif serta dukungan investasi dan konsumsi rumah tangga, Kalsel diharapkan mampu mempertahankan pertumbuhan ekonomi yang sehat dan berkelanjutan sepanjang 2026.