Perekonomian Kalimantan Selatan tetap tumbuh positif pada triwulan II 2026. BPS mencatat ekonomi Kalsel tumbuh 5,28 persen secara tahunan.
Secara triwulanan, ekonomi Kalsel tumbuh 7,69 persen dibandingkan triwulan sebelumnya. Sementara secara kumulatif, ekonomi Kalsel semester I 2026 tumbuh 5,47 persen.
Pertumbuhan tersebut ditopang sejumlah sektor ekonomi utama di Kalimantan Selatan. Pertambangan dan penggalian menjadi sumber pertumbuhan terbesar dengan kontribusi 1,03 persen. Industri pengolahan dan perdagangan turut menopang kinerja ekonomi daerah.
Dari sisi pengeluaran, konsumsi rumah tangga menjadi salah satu penggerak utama pertumbuhan. Komponen tersebut memberikan sumber pertumbuhan sebesar 2,39 persen. Kondisi ini menunjukkan aktivitas konsumsi masyarakat masih cukup kuat.
Bank Indonesia sebelumnya memperkirakan ekonomi wilayah Kalimantan tetap tumbuh baik pada triwulan II 2026. Kinerja ekspor batu bara dan CPO masih menjadi salah satu penopang ekonomi regional. Perbaikan aktivitas pertambangan juga mendukung pertumbuhan ekonomi Kalimantan.
Capaian tersebut menunjukkan ekonomi Kalsel masih mampu bertahan di tengah ketidakpastian global. Pemerintah daerah perlu menjaga konsumsi, investasi, dan produktivitas sektor unggulan. Diversifikasi ekonomi juga penting untuk memperkuat ketahanan ekonomi Kalsel ke depan.
