Realisasi belanja negara di Kalimantan Selatan menjadi salah satu indikator penting ekonomi daerah. Anggaran pemerintah terus disalurkan untuk mendukung pelayanan publik dan pembangunan. Kinerja tersebut juga mencerminkan peran APBN dalam menjaga aktivitas ekonomi Kalsel.

Pada semester I 2026, belanja negara di Kalimantan Selatan tercatat mencapai Rp14,63 triliun. Anggaran tersebut mencakup belanja pemerintah pusat serta Transfer ke Daerah. Penyaluran anggaran diarahkan untuk berbagai kebutuhan masyarakat dan program pembangunan. Data tersebut menjadi bagian dari evaluasi kinerja APBN regional.

Belanja pemerintah pusat memiliki peran dalam mendukung operasional pemerintahan dan pelayanan masyarakat. Anggaran juga digunakan untuk pembangunan infrastruktur dan berbagai program prioritas. Sementara itu, Transfer ke Daerah memperkuat kemampuan pemerintah daerah menjalankan program pembangunan.

DJPb terus mendorong kualitas belanja agar anggaran memberikan manfaat maksimal. Percepatan penyerapan juga perlu tetap memperhatikan efektivitas dan akuntabilitas. Pemerintah daerah diharapkan mampu mengoptimalkan anggaran untuk mendukung pertumbuhan ekonomi. Belanja produktif menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga momentum ekonomi Kalsel.

Kinerja belanja negara di Kalimantan Selatan juga perlu dilihat bersama penerimaan negara. Keseimbangan tersebut penting untuk menjaga kualitas pengelolaan fiskal. APBN diharapkan terus memberikan dampak positif bagi masyarakat. Dengan pengelolaan yang tepat, belanja negara dapat memperkuat pembangunan Kalsel.