Masalah pembayaran gaji pemain kembali menjadi sorotan dalam sepak bola Indonesia. APPI mencatat 28 klub masih memiliki kasus tunggakan gaji.

Legal APPI Mohammad Agus Riza Hufaida menyebut persoalan tersebut melibatkan 303 pemain. Total nilai tunggakan mencapai sekitar Rp14,8 miliar. Data itu mencakup laporan hingga putusan NDRC yang belum dijalankan.

Kasus tersebut tersebar dari Super League hingga Liga 4. Beberapa klub yang tercatat antara lain PSM Makassar, Semen Padang, PSMS Medan, dan PSIS Semarang. Ada pula RANS FC, Sriwijaya FC, Persikota Tangerang, serta sejumlah klub kasta bawah.

APPI menilai persoalan gaji semestinya tidak lagi menjadi masalah dalam upaya meningkatkan kualitas liga. Agus berharap operator kompetisi dapat memiliki langkah mitigasi yang lebih tegas. Hak pemain juga dinilai harus menjadi perhatian utama sebelum kompetisi berlangsung.

APPI mendorong penyelesaian tunggakan sebelum musim 2026/2027 berjalan lebih jauh. Menurut mereka, klub bermasalah perlu mendapat evaluasi agar kasus serupa tidak terus berulang. Persoalan pembayaran gaji dinilai menjadi bagian penting dalam pembenahan tata kelola sepak bola Indonesia.