BANJARMASIN – Perekonomian Kalimantan Selatan (Kalsel) mencatat pertumbuhan 5,39 persen pada triwulan II 2025. Capaian tersebut lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,12 persen.

Pertumbuhan ekonomi Kalsel ditopang sejumlah sektor utama. Industri pengolahan menjadi lapangan usaha dengan pertumbuhan tertinggi sebesar 17,75 persen. Sektor pertambangan tetap menjadi penyumbang terbesar dalam struktur ekonomi daerah.

Berdasarkan data Kementerian Keuangan, pertambangan memiliki pangsa 27,05 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kalsel. Sementara konsumsi rumah tangga tumbuh 5,51 persen. Komponen tersebut menyumbang sekitar 44,03 persen terhadap PDRB Kalsel.

Kinerja tersebut menunjukkan aktivitas ekonomi daerah masih cukup kuat di tengah dinamika ekonomi global. Kalsel juga menjadi salah satu kontributor penting terhadap perekonomian regional Kalimantan. Kontribusinya tercatat sekitar 15,96 persen terhadap ekonomi regional Kalimantan.

Memasuki 2026, kinerja ekonomi Kalsel tetap menunjukkan tren positif. Pada triwulan I 2026, ekonomi daerah tumbuh 5,67 persen secara tahunan. Bank Indonesia memperkirakan ekonomi Kalsel sepanjang 2026 tumbuh dalam kisaran 4,5 hingga 5,3 persen.