Kapten Timnas Indonesia, Rizky Ridho, mengakui kesalahan setelah skuad Garuda menelan kekalahan dari Vietnam di Piala AFF 2026. Hasil tersebut menjadi pukulan bagi Indonesia dalam persaingan turnamen sepak bola Asia Tenggara. Ridho menilai para pemain harus melakukan evaluasi setelah gagal mendapatkan hasil yang diharapkan. Ia juga tidak ingin mencari alasan atas penampilan tim.

Vietnam mampu memberikan tekanan besar terhadap pertahanan Indonesia sepanjang pertandingan. Skuad Garuda mengalami kesulitan mengembangkan permainan ketika menghadapi pressing dan organisasi permainan lawan. Beberapa kesalahan turut memberikan keuntungan bagi Vietnam untuk mengendalikan pertandingan. Indonesia akhirnya harus menerima kekalahan setelah gagal membendung permainan efektif Vietnam.

Rizky Ridho menilai kesalahan pemain menjadi bagian yang harus diperbaiki setelah pertandingan tersebut. Bek Persija Jakarta itu mengakui tim belum menunjukkan performa terbaik. Ia menekankan pentingnya mengambil pelajaran dari hasil buruk tersebut. Evaluasi dibutuhkan agar kesalahan serupa tidak kembali terjadi dalam pertandingan berikutnya.

Kekalahan dari Vietnam juga menunjukkan Indonesia masih memiliki pekerjaan besar untuk meningkatkan konsistensi permainan. Koordinasi antarlini harus diperbaiki ketika menghadapi lawan dengan tekanan tinggi. Efektivitas serangan juga menjadi aspek penting karena peluang harus dimanfaatkan dengan maksimal. Para pemain diharapkan mampu segera bangkit dan mengembalikan kepercayaan diri.

Pengakuan Rizky Ridho menunjukkan tanggung jawab sebagai salah satu pemimpin Timnas Indonesia. Kekalahan tersebut memang menjadi hasil mengecewakan bagi pemain dan pendukung Garuda. Namun, evaluasi menyeluruh dapat menjadi modal penting untuk memperbaiki performa. Indonesia kini harus fokus mempersiapkan pertandingan selanjutnya dan menunjukkan respons positif di lapangan.