Perum BULOG mencatat penyerapan beras dari petani mencapai 3,39 juta ton hingga Juli 2026. Capaian tersebut menjadi salah satu yang tertinggi dalam beberapa tahun terakhir. Penyerapan dilakukan untuk memperkuat cadangan pangan pemerintah sekaligus menjaga stabilitas harga gabah dan beras di tingkat petani maupun konsumen. Berkat penyerapan tersebut, stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) kini mencapai sekitar 5,2 juta ton. Jumlah itu dinilai cukup untuk mendukung berbagai program pemerintah di sektor pangan.

Direktur Utama Perum BULOG menyampaikan tingginya penyerapan merupakan hasil sinergi dengan pemerintah daerah, kelompok tani, serta mitra penggilingan padi di berbagai wilayah. Langkah tersebut dilakukan agar hasil panen petani dapat terserap secara optimal. Selain menjaga kesejahteraan petani, kebijakan ini juga bertujuan memastikan pasokan beras nasional tetap aman. BULOG terus mengoptimalkan jaringan gudang dan distribusi agar kualitas beras tetap terjaga hingga sampai kepada masyarakat.

Stok beras pemerintah sebesar 5,2 juta ton akan dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan, termasuk program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), bantuan pangan, serta penanganan keadaan darurat. Ketersediaan cadangan yang besar juga menjadi instrumen penting dalam mengendalikan gejolak harga di pasar. Dengan stok yang memadai, pemerintah memiliki ruang lebih luas untuk melakukan intervensi apabila terjadi kenaikan harga beras akibat gangguan produksi maupun distribusi.

Pemerintah optimistis cadangan beras yang kuat akan memperkokoh ketahanan pangan nasional sepanjang 2026. BULOG juga berkomitmen melanjutkan penyerapan gabah dan beras selama musim panen berikutnya. Langkah tersebut diharapkan mampu menjaga keseimbangan antara kepentingan petani dan kebutuhan konsumen. Dengan stok mencapai 5,2 juta ton, Indonesia dinilai memiliki fondasi yang lebih kuat dalam menghadapi tantangan pangan di tengah ketidakpastian ekonomi dan perubahan iklim.