Kementerian Pertanian (Kementan) terus mempercepat realisasi Luas Tambah Tanam (LTT) padi di Kalimantan Selatan sebagai upaya memperkuat program swasembada pangan nasional. Pada Juli 2026, Kementan menargetkan percepatan tanam seluas 18.882 hektare yang tersebar di berbagai kabupaten dan kota di provinsi tersebut. Langkah ini menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk menjaga ketahanan pangan sekaligus meningkatkan produksi beras nasional. (antaranews.com)
Percepatan LTT dilakukan melalui sinergi antara Kementerian Pertanian, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, pemerintah kabupaten dan kota, serta jajaran penyuluh pertanian. Berbagai dukungan disiapkan, mulai dari penyediaan benih unggul, pupuk bersubsidi, alat dan mesin pertanian, hingga pendampingan teknis kepada petani. Dengan langkah tersebut, pemerintah berharap proses tanam dapat berlangsung tepat waktu meski menghadapi tantangan perubahan cuaca dan musim.
Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian menegaskan bahwa Kalimantan Selatan memiliki peran strategis sebagai salah satu daerah penyangga produksi pangan nasional. Optimalisasi lahan pertanian dinilai penting untuk meningkatkan produktivitas padi sekaligus memenuhi kebutuhan beras dalam negeri. Pemerintah juga mendorong percepatan tanam agar masa panen dapat berlangsung sesuai target dan menjaga stabilitas pasokan pangan di pasar.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menyatakan siap mendukung program percepatan LTT melalui koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan di daerah. Selain meningkatkan produksi padi, program ini diharapkan mampu memperkuat kesejahteraan petani dan mendukung pencapaian target swasembada pangan nasional. Dengan realisasi tanam mencapai 18.882 hektare, Kalimantan Selatan diharapkan terus berkontribusi dalam menjaga ketahanan pangan Indonesia di tengah tantangan global.
