BANJARBARU – Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Selatan mengajak seluruh masyarakat dan pelaku usaha memberikan data yang jujur, lengkap, serta sesuai kondisi sebenarnya selama pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. Langkah ini dinilai penting untuk menghasilkan data berkualitas sebagai dasar penyusunan kebijakan pembangunan ekonomi nasional maupun daerah.
Inspektur Utama BPS RI Dadang Hardiwan menjelaskan Sensus Ekonomi 2026 bertujuan memotret kondisi terkini dunia usaha di Indonesia. Pendataan dilakukan secara langsung atau door-to-door agar seluruh pelaku usaha, termasuk usaha digital, dapat terjangkau secara menyeluruh.
Menurut BPS, hasil sensus akan menjadi dasar pemerintah dalam merancang kebijakan pembinaan usaha, pelatihan, investasi, hingga pengembangan sektor ekonomi yang lebih tepat sasaran. Karena itu, keakuratan informasi dari responden menjadi faktor utama keberhasilan sensus.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan juga memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. Gubernur H. Muhidin menegaskan masyarakat tidak perlu khawatir memberikan informasi kepada petugas karena seluruh data dijamin kerahasiaannya sesuai Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik.
Pelaksanaan pendataan berlangsung hingga Agustus 2026 dengan melibatkan ribuan petugas lapangan. Mereka akan mendata berbagai jenis usaha, mulai dari usaha mikro, kecil, menengah, rumah tangga, hingga perusahaan besar di seluruh wilayah Kalimantan Selatan.
BPS berharap partisipasi aktif masyarakat dapat menghasilkan data ekonomi yang akurat, mutakhir, dan terpercaya. Data tersebut nantinya menjadi landasan dalam menyusun kebijakan pembangunan, meningkatkan daya saing daerah, serta memperkuat pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.Informasih tambahan nyari slot gacor coba di AYAMTOTO
